Solfegio Forum

SOLFEGIO FORUM TELAH DIPINDAHKAN KE
WWW.SOLFEGIO.COM

Silahkan registrasi/daftar ulang
Solfegio Forum

www.solfegio.com

SOLFEGIO FORUM TELAH DIPINDAHKAN KE WWW.SOLFEGIO.COM | Silahkan Daftar/Registrasi Ulang

Statistics

Total 81651 kiriman artikel dari user in 4361 subjects

Total 8225 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah andriano setiawan

Iklan

Donasi

Klik disini untuk info transfer antar bank!

Paypal

Banner

Copy Paste code di bawah ini dan tampilkan di web/blog Anda.

<a href="http://www.solfegio.com/" target="_blank" title="www.solfegio.com "><img src="http://www.solfegio.com/banner/blog.gif" border="0" alt="www.solfegio.com "></a>



    Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Share

    frenkytambunan
    Teknisi SF

    Male Jumlah posting: 96
    Join date: 08.04.09
    Age: 30
    Lokasi: My Lovely city... Bekasi... Timur...

    Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by frenkytambunan on Thu May 28, 2009 9:58 pm

    Kayanya di Section Musik Tradisional sepi amad... cuma satu lagi topiknya... aku tambahin ah biar ada temennya... siapa tau jadi rame... cheers

    AKu mau tanya kepada temen2 yang sudah / paling tidak pernah memainkan salah satu alat perkusi dari Gondang... ada yang tau ngga gimana cara memainkannya??? perlu latihan khusus ngga??? soalny pernah nyoba, tapi gagal terus... stres pengen tau supaya bisa memainkannya... maklum dah lahir di Jakarta, dan jarang2 ketemu ma yang beginian...

    Hayo silahkan... siapa yang berkenan mau membagikan ilmunya...??? Ampun Ampun Ampun

    nicholas
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Male Jumlah posting: 74
    Join date: 13.05.09
    Age: 30
    Lokasi: medan

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by nicholas on Fri May 29, 2009 10:08 am

    @frenkytambunan

    Waduh...kalo temen ya banyaklah lae,

    tp klo saya taunya cuma seruling aja......

    mau belajr suling lae????

    Siul

    Antoni Pasaribu
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting: 3486
    Join date: 07.04.09
    Age: 31
    Lokasi: Kerinci - Jambi

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by Antoni Pasaribu on Fri May 29, 2009 1:35 pm

    Aku cuma tau hasapi, itupun dikit2.

    henry ralwin nababan
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Jumlah posting: 21
    Join date: 23.04.09

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by henry ralwin nababan on Fri May 29, 2009 2:12 pm

    saya jg cuma bisa hasapi dikit, sulim dikit, taganing dikit. jadi dikit3
    kalo yg paling gambang lae main kan hesek Damai

    Wisnu
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 1187
    Join date: 09.04.09
    Age: 34
    Lokasi: Pekalongan kota batik

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by Wisnu on Fri May 29, 2009 6:43 pm

    Mungkin bisa diupload bang..foto2 masing2 alat musik tradisional abang.. keyboard
    Jadi kita semua disini bisa tau bang..kan ada juga tu alat musik perkusi tradisional yang mirip drum..tapi diameter 'skin'nya kecil tapi panjang.. :bravo: Laughing

    jhonycharl
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 1235
    Join date: 13.04.09
    Age: 35
    Lokasi: Tangerang - 08128130097

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by jhonycharl on Sat May 30, 2009 9:26 am

    ini deh aku bantu upload alat musiknya






    inilah alat musik tradisional batak

    frenkytambunan
    Teknisi SF

    Male Jumlah posting: 96
    Join date: 08.04.09
    Age: 30
    Lokasi: My Lovely city... Bekasi... Timur...

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by frenkytambunan on Mon Jun 01, 2009 5:46 pm

    nicholas wrote:@frenkytambunan

    Waduh...kalo temen ya banyaklah lae,

    tp klo saya taunya cuma seruling aja......

    mau belajr suling lae????

    Siul


    Hmmm... suling, boleh aja lae... silahkan dibeberkan...soalnya aku juga nyoba2 niup suling ga bisa2 laeku... bibir sampe dower... Rolling Eyes

    frenkytambunan
    Teknisi SF

    Male Jumlah posting: 96
    Join date: 08.04.09
    Age: 30
    Lokasi: My Lovely city... Bekasi... Timur...

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by frenkytambunan on Mon Jun 01, 2009 5:48 pm

    Antoni Pasaribu wrote:Aku cuma tau hasapi, itupun dikit2.


    Mantap itu lae, apalagi hasapi kan cuma 2 senar doank...
    tanpa fret lagi... alias Fretless...
    boleh di share lae... biar tau... siapa tau ada cara khusus untuk memainkan hasapi... stres

    Very Happy

    frenkytambunan
    Teknisi SF

    Male Jumlah posting: 96
    Join date: 08.04.09
    Age: 30
    Lokasi: My Lovely city... Bekasi... Timur...

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by frenkytambunan on Mon Jun 01, 2009 5:50 pm

    henry wrote:saya jg cuma bisa hasapi dikit, sulim dikit, taganing dikit. jadi dikit3
    kalo yg paling gambang lae main kan hesek Damai

    gapapa bang... biar dikid kan kali aja nanti ada yang nambahin... kan jadi banyak... Very Happy

    frenkytambunan
    Teknisi SF

    Male Jumlah posting: 96
    Join date: 08.04.09
    Age: 30
    Lokasi: My Lovely city... Bekasi... Timur...

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by frenkytambunan on Mon Jun 01, 2009 5:52 pm

    jhonycharl wrote:ini deh aku bantu upload alat musiknya






    inilah alat musik tradisional batak


    Mantab bang.... Mantap
    kalo bisa sekalian cara mainnya.... Very Happy
    tokeltok... tokeltok... tappullong... tappullong...

    Dance

    Antoni Pasaribu
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting: 3486
    Join date: 07.04.09
    Age: 31
    Lokasi: Kerinci - Jambi

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by Antoni Pasaribu on Mon Jun 01, 2009 10:56 pm

    Nunggu pencerahan dari amangboru dulu ahhh Dance Dance

    hehehehe.....
    btw, aku lagi iseng nulis notasi gondang HATA SOPISIK....
    pusingggg Very Happy sampe sekarang ga kelar2...

    ihutm
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 978
    Join date: 13.04.09
    Lokasi: Medan/Parapat

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by ihutm on Tue Jun 02, 2009 9:45 am

    Aku merinding melihat gambar yg diupload oleh Jhony, yg pakai sorban putih itu..... nggak tahu, itu cuma aksesories atau mereka memang benar penganut "parmalim" atau "parbaringin" seperti pakaian yg dipakai? Soalnya penganut dua paham ini, memiliki koleksi musik gondang yg luuuuuaaaarrr biiaaasaa scr musikalitas. Melodi dan ritmenya memang magis sekali... sayang kaum gereja melarang lagu2 gondang itu dimainkan dilingkungan orang Batak.

    OK, yang sy tahu begini :
    Gondang sabangunan (Gondang Tradisional dalam formasi lengkap) terdiri dari 4 kelompok alat musik.
    1. Taganing + Gordang
    2. Sarune
    3. Ogung
    4. Hesek.

    Taganing terdiri dari 5 gendang pentatonik. Penggunaan taganing ini sangat khas, sebagai melodi plus sebagai Rythme (aneh ya?). Artinya teknik memaminkan melodinya sekaligus juga sebagai accopainment (arpeggiator) bagi lagu tsb. Disamping Taganing ada 1 unit gordang (gendang) yg rada besar, yg dibunyikan hanya sekali-sekali dan berfungsi sebagai sub-rythme. Penyusunan tonasi taganing terbalik dgn piano, pada taganing, semakin kekiri nada taganing semakin tinggi. Sampai dgn saat ini , sy belum punya waktu yg cukup utk mengeksplorasi nada2 apa saja yg ada di kelima taganing ini, tapi yg jelas dr teknik memukul dan mengkombinasikan suara 2 taganing (layering) akan diperoleh TIMBRE baru.

    Sarune : Adalah alat musik tiup khas batak dgn nada pentatonik juga, tapi nadanya (kalau tidak slah) berbeda dgn taganing. Alat ini (dalam bentuk) ternmausk universal, banyak digunakan oleh musik tradisional suku bangsa lain yg berada di Asia,Afrika dan Timur tengah, yag dikenal sbg SERUNAI atau dalam musik digital (China&India) dikenal sbg SHANAI . Sarune dipakai sebagai melodi utama.

    Ogung batak terdiri dari 4 unit Ogung, yg digunakan sebagai tempo rythmic. Dua yg besar dibunyikan sebagai pengganti bunyi Bass (Monoton dan Rythmic), dibunyikan pada ketukan 1 dan ke 3 pd birama 4/4. Sedang dua lagi ogung yg lebih kecil dibunyikan bersahut-sahutan pada ketukan 1/2 diantara 2 ogung yg besar. Kalau digambarkan secara periodik dalam satu birama mjd : A c d c B c d c --- A & B gong besar, c&d gong kecil. A bunyi diketukan 1, B diketukan 3. d berbunyi diketukan 2 dan 4. c berbunyi diantara 1/2 disetiap ketukan.

    Hesek: alat musik ini yg paling sederhana, hanya terdiri dr 1 potog besi yg dipukul pakai besi juga, atau hanya botol bir. Digunakan seperti fungsi hi-hat atau metal block pad drum. Hesek dibunyikan pada setiap ketukan.

    Yg menyedihkan, sudah tidak banyak generasi muda yg tertarik utk mengembangkan dan bermain alat musik tradisional ini sekarang. Bahkan dipesta-pesta Batak, fungsinya sudah digantikan oleh Organ Tunggal (Keyboard). Walaupun tidak bisa menggantikan "ruh" dr permainan gondang, tapi dgn alasan kepraktisan, fleksibilitas dalam mengiringi lagu (pop n tradisional) dan modernisasi suara, maka OT lebih memiliki tempat dibanding Gondang sabangunan.

    OK itu dulu ya..... Siul

    indra_co_maniz
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 10862
    Join date: 12.04.09
    Lokasi: Tangerang - Jakarta,

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by indra_co_maniz on Tue Jun 02, 2009 11:07 am

    ada unsur magis yah Mikir ?

    tapi gendang bisa pentatonik keren juga Smile, nice info..

    ihutm
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 978
    Join date: 13.04.09
    Lokasi: Medan/Parapat

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by ihutm on Tue Jun 02, 2009 11:41 am

    Ya, mas Indra .... dalam aliran kepercayaan "Parmalim" (sama seperti sy pernah ngalami waktu di Jawa), irama ritmis dgn tempo yg lambat dan biasanya bermain di frekwensi mid-low bahkan low, sering dipakai sebagai media yug membuat satu objek entrance (kesurupan). Secara ilmiah disebut sbg effect Beta (ada yg bilang Teta, terserahlah), tapi prinsipnya sama dgn kondisi meditasi dibawah alam sadar.
    Nah yg menjadi masalah adalah 'karena MUSIK (LAGU) ini sering dipakai dalam ibadah kepercayaan (yg sering ditding animisme' maka MUSIK (LAGU) itu jadi ikut dimusuhi...walllahh, sy nggak enak kalau harus diskusi ttg ini, ntar nyasar... tapi prinsipnya itulah... Gondang ini bisa dibuat menjadi media utk entrance ....... iiihhhhh

    indra_co_maniz
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 10862
    Join date: 12.04.09
    Lokasi: Tangerang - Jakarta,

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by indra_co_maniz on Tue Jun 02, 2009 11:51 am

    OOT lagi dikit, apakah setiap pementasan pasti ada yg entrance ? Mikir

    nicholas
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Male Jumlah posting: 74
    Join date: 13.05.09
    Age: 30
    Lokasi: medan

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by nicholas on Tue Jun 02, 2009 12:03 pm

    @frenkytambunan

    ok lae ntar nanti aku tulis dulu dalam secarik kertas,

    kadang susah kasih ilustrasi..

    Kuncinya sich pengaturan pernafasan dasarnya sama seperti menyanyi.Hanya saja menyanyi kita mengeluarkan nafas/udara untuk menghasilkan bunyi dari vikal kita sendiri

    yang pastinya kalau niup seruling memakai perasaan.

    tergantung nada yang bisa dihasilkan untuk pertama bunyi.


    Mis: membunyikan nada C =Do (Tutup lobang semua,kecuali lobang tuk meniup)
    (Mula2 Usahan udara keluar lembut dan halus,atur udara yg keluar perlahan2 sehingga menghasilkan bunyi).apabila telah berhasil bunyi perlu adanya pembiasaan kemudian pengembangan bermain.

    Semakin tinggi nada yang diraih,semakin kuat udara yang ditekan .

    Setiap Seruling terdiri dari 2 kunci yang bisa dimainkan dan masing2 seruling mempunyai ukuran bentuk .Semakin Besar seruling semakin susah memainkannya karena membutuhkan banyak udara tuk menghasilkan suara.
    Tungu kelanjutannya...

    @ihutm

    seperti Hipnotis,hanya saja ini berbau magis manggil arwah....

    seraaa...aaam.....!!!

    sekedar nambahin,para pemain musik batak tuk instrument gondang antara 8-12 orang,
    benar gak,bahkan lebih......dengan masing2 fungsinya.

    kalo untuk minat generasi memang dah luntur pengaruh kemajuan zaman sangat berpengaruh dalam perkembangan musik tradisional.

    Thanx..
    ==============
    salam



    Nicholas JNR



    =========================================== metal

    ihutm
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 978
    Join date: 13.04.09
    Lokasi: Medan/Parapat

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by ihutm on Tue Jun 02, 2009 12:35 pm

    @Indra : Nggak mas, hanya bila digunakan utk acara "pemujaan". Kalau dlm keseharian sih nggak ada.

    @Nicholas : Kalau konfigurasinya dari 7 sd 9 orang (tergantung sarune ada 1 atau 2) dan 2 ogung besar dimainkan 1 atau 2 org.

    Oh ya, sebagai Info, Sarune dimainkan dalam satu lagu tanpa pernah terputus (tidak seperti suling), kehebatannya justru disitu, dalam posisi menarik nafas melalui hidungpun, napas mulut tetap meniup. Ilmu ini yg paling sulit dipelajari dalam meniup Sarune.

    Yg saya khawatirkan adalah Orang Batak hanya akan mengenal "gambar" alat musiknya dan kalaupun ada yg memainkannya pun adalah orang bule. (lihat saja di YouTube ttg aktifitas Gondang batak di AMerika dan Eropah).

    jhonycharl
    Moderator
    Moderator

    Male Jumlah posting: 1235
    Join date: 13.04.09
    Age: 35
    Lokasi: Tangerang - 08128130097

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by jhonycharl on Wed Jun 03, 2009 11:55 am

    tp yang paling sering dipake waktu acara kematian...
    saya ingat bgt dulu tetangga punya oppung (nenek,kakek) yang tinggal di balige tutup usia 115 tahun dan memakai jasa gondang ini 7 hari 7 malam sekalian pemindahan tulang belulang sanak saudaranya yang duluan meninggal ke tugu keluarga

    Antoni Pasaribu
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting: 3486
    Join date: 07.04.09
    Age: 31
    Lokasi: Kerinci - Jambi

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by Antoni Pasaribu on Mon Jun 22, 2009 9:08 pm

    ini saya copy dari http://tanobatak.wordpress.com

    Gondang Batak Dan Pemahamannya
    Posted on Desember 10, 2008 by tanobatak

    Monang Naipospos

    Gondang batak, salah satu karya seni musik batak yang sangat kaya dan menjadi kekaguman bagi dunia. Repertoarnya yang beragam memenuhi segala kebutuhan seni yang digunakan untuk beragam kegiatan seperti pada upacara keagamaan, adat dan hiburan.

    Modernisasi telah menggempur sendi kebesaran Gondang Batak. Kita hanya bisa melihat alat kesenian itu dimainkan dengan versi modern, repertoar gondang batak yang asli sudah jarang dimunculkan.

    Pargonsi, pemain gondang batak muda tidak lagi mementingkan penguasaan ragam gondang batak, karena pada umumnya masyarakat batak lebih menginginkan irama modern seperti nyanyian bahkan dangdut.

    Seniman tua gondang batak saat ini di toba pun sudah jarang memunculkan ragam gondang batak itu karena ketidakmampuan masyarakat mengenalinya.

    Saat dimulai pendokumentasian gondang batak, sebagian yang masih diingat nama gondang itu dilakukan pengkajian makna dan pengertian judulnya. Walau agak sulit, akhirnya dapat direka pengertiannya ketika gondang itu dari awal tercipta, dimainkan, diminta dan diaplikasikan pada saat manortor.

    Beberapa gondang yang dapat saya simpulkan atas kerjasama dengan para pargonsi, tersusun menjadi narasi singkat untuk memudahkan pemahaman kita akan makna dasar dari gondang itu dibuat dan digunakan.

    GONDANG

    MULA MULA


    Semula Dia sudah ada, dan Dia memulai ada. Ada dunia, jagad raya beserta isinya, Ada bumi dengan manusia bersama mahluk pendampingnya. Dia Mula Jadi, Mula Tempah, mula dari segala sesuatunya yang semuanya harus tunduk kepadaNya.

    (Gondang ini umumnya dimainkan saat mengawali acara “mamuhai ulaon” oleh hasuhuton. Sebelum “hasuhuton meminta Mula-Mula, pargonsi lebih dulu memainkan uantaian 7 gondang secara medley yang disebut “sipitulili”)

    MULA MULA II (Paidua ni mula2)

    Dia diberi anugerah oleh Mula Jadi. Dia diberi kewenangan mengelola bumi untuk pemenuhan kalangsungan hidupnya. Dia memulai karya dan usaha. Dia yang pintar menuturkan sembah “Deak Marujar”. Dia yang pintar menuturkan ilmu pengetahuan “Deak boto-botoan”. Dia yang pertama menghadapi tantangan, kegelisahan, tangis dan gembira. Dia mengajarkan cinta sesama. Dia yang pertama memohon ampun kepada penciptanya. Dia yang pertama menuturkan sembah sujud kepada yang empu-nya, Mula Jadi yang maha besar.

    (Deak Parujar adalah Dewi pertama yang menjadi manusia pertama menghuni bumi, begitulah kepercayaan batak dulunya. Dialah yang memohon dan mengkreasi planet earth ini diantara planet-planet yang sudah ada menjadi huniannya setelah memutuskan mmenisah diri dari dunia dewata. Dia adalah memulai selanjutnya untuk kreasi hidup di planet yang dihuni manusia ini)

    SIHARUNGGUAN

    Jadilah manusia yang dicinta, pintar, bijak dan bestari. Yang memberi pencerahan hingga didekati, yang memberi kehidupan hingga ditemani. Yang memberi tuntunan hingga diikuti. Yang melakukan pembelaan dengan keadilan hingga percayai. Dibelakang, dia ditunggu, didepan dia dikejar, ditengan dia dikerumuni.

    (Harungguan, adalah tempat berkumpul. Pekan disebut juga harungguan. Siharungguan artinya yang dikerumuni. Ini merupakan idealismenya pemimpin batak)

    SIDABU PETEK

    Demokrasi baru muncul di tanah batak. Pemimpin yang dulunya muncul berdasarkan karakter harajaon, pemimpin alam, berobah dengan menjagokan diri dan siap untuk dilakukan voting.

    Petek, merupakan koin suara yang dimasukkan kedalam kotak suara dan selanjutnya dihitung. Mulai muncul rasa cemas, menang atau kalah. Butuh kesiapan mental, menerima kedua resiko.

    Kalah, harus diterima menjadi kewajaran, walau tidak dapat dipungkiri akan muncul rasa kecewa. Hanya yang berjiwa besar yang dapat menerima kekalahan dan mengakui kemenangan kepada saingannya.

    (Berdasarkan pengalaman Panuhari, seorang pargonsi yang ikut pemilihan kepala kampung di salah satu wilayah di Samosir. Dia menggambarkan gejolak antara semangat dan kecemasan mengawali penyertaannya. Fakta, dia harus menerima kekalahan dengan berlapang dada walau diawali dengan rasa kecewa.)

    SIBUNGKA PINGKIRAN

    Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan. Kehilangan akan menimbulkan kesedihan. Larut dalam duka akan menenggelamkan semangat perjuangan.

    Selagi masih dapat berpikir, mari memulai. Selagi masih memiliki kaki, mari berdiri. Ayunkan selangkah hingga kamu dapat berlari.

    (Sibungka Pingkiran, adalah mengajak manusia untuk tidak tenggelam dalam kegagalan. Mengajak bergerak dinamis dengan mengutamakan kecerdasan, mampu menganalisa dan tepat membuat keputusan.)

    HOTANG MULAKULAK

    Hidup adalah perjalanan. Ke depan adalah tujuan. Namun dalam menempuh perjalanan itu tak pelak kadang harus melewati awal keberangkatan, meninggalkan, berkeliling. Tanpa disadari, tanpa dilakukan penghitungan, manusia sudah melakukan perjalanan menuju kedepan namun berulang melintasi titik keberangkatan.

    (Hotang, adalah rotan yang tumbuh menjalar melalui tanah, ranting pohon lain, membelit berkeliling hingga melilit batang awalnya. Perjalanan jauh kemungkinan besar akan kembali ke asalanya. Hati yang menjauh juga diharapkan akan kembali kepada untaian kasih yang sempat tertinggal dan terabaikan)

    ALIT-ALIT

    Hidup bagaikan melintasi hutan belantara. Setiap persimpangan harus diingat dan dibuat tanda arah ke tujuan yang akan dicapai. Kelengahan membaca dan mengingat pertanda menentukan arah akan menyesatkan perjalanan, menghabiskan waktu dan melelahkan.

    (Alit-alit, diciptakan Aman Jabatan seorang pargonsi dari Samosir berdasarkan pengalamannya yang tersesat dalam perjalanan. Yang seogianya ditempuh dalam 2 jam, dia tersesat selama satu hari.)

    BINTANG SIPARIAMA

    Bintang Sipariama sudah muncul. Masa panen pun menjelang. Semangat semakin bergelora, dibarengi kesibukan berbagai persiapan. Kebersamaan pun digalang untuk melakukan panen bersama, “siadap ari” bergantian memetik padi. Tidak ada guna rebutan jadwal, karena kematangan padi yang menentukan. Kegentingan hidup selama “haleon” pacekelik mencair, seraya mengucap syukur kepada Maha Kasih.

    (Bintang Pari, adalah pertanda dalam hitungan bulan batak “sipahatolu”. Pada saat itu musim panen mulai marak di Toba. Bila tidak memiliki hasil panen pada bulan ini disebutkan kelaparan di musim panen “anturaparon di sipahatolu, atau anturaparon di sipariama. Biasanya dilontarkan kepada yang malas bekerja dan selalu mengemis menyambung hidup.)

    BINTANG NAPURASA

    Gemerlap cahaya bintang napurasa akan memerikan keindahan dalam hiasan langit malam. Gemerlap bintang adalah kodratnya yang hanya bisa dilihat di saat kelam. Gemerlap Bintang Napurasa tidak abadi setiap malam. Bila gemerlap datang dan menghilang ingatlah kepada bintang dilangit. Tak selamanya keinginan menjadi kebutuhan. Tak selamanya kebutuhan diukur dengan gemerlap.

    (Bintang Napurasa adalah yang nampah jelas menjelang pagi hari. Kecemerlangan seseorang diibaratkan seperti bintang bersinar terang. Kecemerlangan adalah idaman setiap orang, namun ada sebagian masih dalam harapan sehingga lebih sering menjadi pengagum kecemerlangan orang lain)

    HATA SO PISIK

    Memikul muatan berat, bila lelah, istirahat adalah kesempatan pemulihan tenaga. Bila beban itu ada dalam pemikiran, adalah mustahil dapat diringankan dengan istirahat fisik, karena akan selalu muncul tak beraturan menjadi beban dalam pemikiran.

    Seorang pemimpin kadang harus menyimpan rahasia yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat untuk mencegah konflik.

    (Gondang ini terinspirasi oleh Sisingamangaraja I ketika menerima amanah dari Raja Uti untuk tidak menyebutkan wujud fisik beliau. Tanda dari perjanjian itu kepada Sisingamangaraja I diberi tabutabu siratapullang, sian i ro tusi sumuang molo diose padan. Di tengah perjalanan saat Sisingamangaraja istirahat, beliau terkenang dan dalam hati menyebut wujud dari raja Uti. Beliau terkejut, dan tabutabu sitarapullang pun menghilang. Gondang ini lajim dipinta oleh para Raja untuk mengenang beban tugas mereka dan banyaknya rahasia yang harus dipendam namun harus diselesaikan dengan bijaksana. Irama gondang ini sangat beda dengan gondang “Marhusip” yang sering disebut selama ini Hata So Pisik.)

    ALING-ALING SAHALA

    Para Raja di kalangan Batak tempo dulu sangat menjaga etika moral, hukum dan adat istiadat. Kapasitasnya dalam menegakkan kebenaran di masyarakat adalah wujud dari kehormatan (hasangapon) dan menjunjung kewibawaan (sahala) pada diri mereka.

    Bila nilai tak dapat dipertahankan maka “sahala” (karisma) akan ambruk. Ibarat tanduk yang tercabut dari kepala. Penyesalan tiada guna.

    Para Raja Batak dulu mengalami degradasi dengan masuknya peradaban modern melalui penjajahan dan missi agama. Kewibawaan mereka dicabut, perilaku mereka dipandang sesat. Keturunan mereka satu persatu mulai menjauh.

    Duka dihatinya tak ditangiskan. Keterpurukan wibawanya bukan karena kesalahan. Sahala mereka mulai menjauh. Mereka berseru melalui gerakan tari diiringi irama; “Mengapa ini harus terjadi?.

    (Aling-aling Sahala, diartikan sebagai mengenang/memanggil kembali karisma diri mereka yang hilang dan permohonan maaf kepada Pencipta yang memberikan derajat kehormatan itu (dulu) kepada mereka.)

    RAMBU PINUNGU

    Kehidupan penuh dengan keanekaragaman. Manusia memiliki pahala masing-masing dan sifat berbeda dalam menjalankan kehidupannya. Bagi seorang pemimpin adalah pekerjaan penuh kecermatan dalam mempersatukan masing-masing perbedaan karakter manusia. Mereka butuh kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan untuk mampu mengemban tugas mulia, mempersatukan derap langkah masyarakat dalam kedamaian, kerukunan dan ketaatan dalam hukum.

    (Rambu, adalah untaian pada ujung ulos. Pinungu, artinya dihimpun. Para raja dikalangan batak biasanya menggunakan “talitali” ikat kepala lambang kebesaran yang disebut “tumtuman”. Dari kain hitam yang kedua diujungnya ada rambu warna merah.)

    BINDU MATOGA


    Aku tanpa kamu tidak berarti. Kamu tanpa aku apakah ada arti? Kamu, aku dan dia adalah kita. Kita bersama memadu pikir demi kepentingan kita dan mereka. Hidup kita bangun, semangat kita galang, setiap sisi kita hempang dari serangan. Selamatkan jiwa dari tindakan buruk orang yang tidak sejalan. Lindungi diri dari serangan penyakit yang membahayakan. Lakukan kajian dimana sisi lemah yang dapat menghancurkan.

    Kita adalah sama. Karena bersama kita tegar “toga”. Dalan semua sudut, sisi, waktu, kita catat dalam “bindu” halaman kerja, apa yang sudah kita buat dan apa yang masih perlu dilakukan tindakan. Semua demi keutuhan dan kebersamaan.

    (Bindu Matoga. Digambarkan dengan garis segi empat bertajuk delapan sesuai dengan mata angin. Digambarkan sebagai penguasaan semua system alam dengan mencegah hal buruk yang dapat merusak keutuhan dan kesehatan. Nujum bindu matoga sering dilakukan peramal untuk mengetahui dari mana kemungkinan datangnya musuh, penyakit apa yang mungkin muncul. Tindakan apa yang harus dilakukan mengatasi masalah demi kesejahteraan masyarakat.)

    SIDOLI NATIHAL

    Masa muda bagi seorang pria penuh dengan gairah. Mulai memasuki area kompetisi menunjukkan eksistensi seorang perjaka. Mereka berekspresi penuh dengan tingkah polah untuk mendapat perhatian publik dan lawan jenisnya. Dengan dorongan sifat dinamis untuk mendapat pengakuan. Kadang, mereka salah dalam tingkah laku kemudaannya.

    (Biasanya diperdengarkan saat Gondang Naposo dimana para pria menari menunjukkan kebolehannya penuh dengan gaya.)

    TANDUK NI HORBO PAUNG

    Seseorang yang memiliki kehormatan, adalah yang memegang teguh etika moral dan taat hukum. Dia terkontrol oleh penghormatan kepada dirinya itu dalam semua sikap dan perilakunya. Rambu ini membatasi kebebasan dirinya dalam setiap kesempatan, ibarat kerbau yang bertanduk panjang menjalani lorong sempit. Lolos dalam perjalanan yang penuh tantangan dan godaan adalah kemenangan baginya.

    (Nama gondang ini dulunya disebut juga PARDALAN NI HORBO SISAPANG NAUALU. Seekor kerbau yang bentang tanduknya panjang sekitar satu meter. Lorong sempit yang disebut balubu atau bahal adalah lintasan segala ternak ke perkampungan. Kerbau itu kadang kesulitan akibat sempitnya lorong atau adanya dahan yang menjorok ke bahal.)

    LILIT TU METER


    Kecerdasan dan intelektual Batak sudah teruji sejak jaman dahulu kala. Pertanda dari kecerdasan mereka itu dapat kita lihat dengan bangunan rumah adat, gorga dan ulos. Mereka melakukan pengukuran dengan istilah “suhat” untuk panjang dan tinggi “lilit” untuk mengukur lingkaran.

    Dengan datangnya alat ukur “meter” mereka semakin terbekali dan mendapatkan keseragaman ukuran. Ketika meter kayu digunakan, mereka kebingungan saat mengukur diameter karena tidak dapat melilit seperti kebiasaan mereka. Hingga mereka melakukan ukuran kepada tali kemudian mereka melakukan pengukuran dengan melilit.

    Apa yang mereka hasilkan hanya dengan pengukuran “suhat” dan “lilit”? Apa perbedaan setelah menggunakan meter? Semua konstruksi, petakan sawah, saluran irigasi, planologi perkampungan yang mereka ciptakan sebelum mengenal meter saat ini masih abadi.

    (Pendidikan modern hanya penambahan bekal intelektual mereka. Ini membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan tanpa harus menyebut mereka “bodoh, tertinggal, primitive” sebelum pendidikan formal hadir.)




    Antoni Pasaribu
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting: 3486
    Join date: 07.04.09
    Age: 31
    Lokasi: Kerinci - Jambi

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by Antoni Pasaribu on Mon Jun 22, 2009 9:09 pm

    TUKTUK HOLING

    Beragam lambang kebanggaan manusia sejak muda hingga tua. Orang tua batak biasanya makan sirih. Bila gigi sudah makin lemah hati mengeluh, mereka butuh alat penumbuk sirih. Alat penumbuk dikenal setelah datangnya logam yang dibuat khusus menumbuk sirih. Kadang alat penumbuk itu dibuat beragam variasi yang indah dengan material tembaga dan perak. Ada juga yang menempahkan dengan lilitan penghias dari emas. Mereka membanggakan peralatan itu layaknya seperti perhiasan.

    Alat penumbuknya dibuat dari besi tembaga keras yang kelak menghentak keras bagaikan patukan burung berparuh besi.

    (Tutuk Holing, adalah nama burung yang berparuh keras yang dapat melobangi batang kayu keras untuk membuat sarang dan dan mencari makanan.)

    PARSOLUBOLON


    Hidup adalah perjuangan. Perjuangan tidak luput dari tantangan. Kebersamaan adalah pengumpulan kekuatan. Kesepahaman adalah akselerasi keragaman potensi diri dalam menjalankan misi bersama untuk sampai di tujuan.

    (Solubolon, adalah sampan besar yang muat sekitar 12 orang. Parsolubolon adalah mereka yang sedang mengarungi perairan dengan sampan besar itu. Mereka memiliki pedoman dasar “masihilalaan” tenggang rasa. Bila pengendali kemudi tidak pintar, pengayuh akan kewalahan. Sebaliknya bila pengayuh tidak pintar, maka pengayuh lainnya akan kelelahan dan pengemudi akan repot. Akselerasi potensi “parsolubolon” akan mampu menghindari bahaya dari serangan ombak.)

    SAPADANG NAUSE

    Panganan utama orang batak adalah nasi yang terbuat dari beras berasal dari padi. Bila hasil panen mencukupi bekal satu tahun maka kekhawatiran pun sirna.

    Bila bekal padi tidak mencukupi maka sapadang yang tumbuh liar di ladang pun dipetik.

    Tidak ada kata kelaparan bila bijak mengolah hidup. Tidak ada yang hina bila kenyang makan tanpa beras. Ubi dan Sapadang adalah jalan keluar dari kemelut ketersediaan bekal beras yang terbatas.

    (Sapadang adalah tumbuhan mirip gandum biasanya tanamn liar. Sapadang Nause adalah bijian yang bernas dan tua yang memberikan semangat bagi yang menemukannya. Sapadang diolah dengan telaten dan dimasak hingga nikmat dimakan sebagai pengganti nasi yang terbuat dari beras. Nause tidak mengandung pengertian “tumpah, berhamburan” tapi “sesak, padat, bernas, keluar dari” dalam kulitnya.)

    SEKKIAN TALI MERA


    Judi kadang membahagiakan, namun lebih banyak berdampak kesusahan. Senang saat permainan dijalankan, tapi kerugian bila menuai kekalahan. Mereka menghayal akan menang, mengharap mendapat giliran “ceki” penentu kemenangan. Bila kartu penentu warna merah muncul, hentakan kegembiraan muncul.

    Pengalaman para penjudi selalu menyimpulkan, lebih besar kesusahan daripada kebahagiaan dari permainan judi. Badan tersiksa, pekerjaan terlantar, harta benda tergadai.

    (Bedasarkan pengalaman penjudi kalangan masyarakat Batak jaman dulu yang selalu menghimbau agar terhindar dari ketagihan permainan itu dan bekerja dengan giat adalah yang terbaik.)

    TORTOR


    Tortor adalah gerakan tubuh mengiringi atau diiringi irama gondang. Pemahaman makna gondang dan untaian irama bagi yang pandai menggerakkan tubuh akan menghasilkan tortor yang indah.

    Tortor batak sangat individual, merupakan ritual kehidupan menjadi persembahan kepada publik, lingkungan dan penciptanya. Jelas bukan merupakan hiburan.

    Dari gerakan tortor, seseorang dapat melakukan komunikasi dengan publik, misalnya bila seseorang mengangkat tangan dan menunjukkan satu jari tangan kanan dan mengepal jari tangan kiri, artinya dia hanya memiliki seorang putra. Bila seorang penari meletakkan tangan keduanya diatas pundak, artinya semua anaknya dan perilaku anaknya serta kehidupannya masih menjadi beban dan tanggungjawab yang masih dipikul. Bila seorang penari menyilangkan tangan di dada, artinya dia sering menjadi sasaran cemohan, sering mendapat hambatan dan permasalahan lainnya. Bila seorang penari meletakkan kedua telapak tangan diatas kepala, artinya dia mohon perlindungan, belas kasihan dari manusia dan penciptanya.

    Bila kedua tangan dirapatkan dipinggang dan telapak tangan dikepal mengarah kebelakan, artinya masih banyak rahasia hidupnya yang belum duberitahukan kepada orang lain.

    Bila seseorang penari merentangkan tangan kekiri dan kekanan dengan telapak tangan terbuka kesamping artinya anak-anaknya semua atau sebagian besar sudah sudah mandiri dan menempati ruang yang luas di penjuru desa.

    Bila seseorang merentangkan tangan kedepan dengan telapak tangan terbuka dan tangan kiri ditutupkan diperut, artinya menghimbau datangnya rejeki atau bantuan kerjasama untuk keberuntungan kepadanya. Bila tangan kiri rapat didada dan telapak tangan terbuka artinya dia menghimbau dengan tebuka menciptakan persahabatan dan kerukunan.

    Bila tangan kanan dijulurkan kedepan dan telapak tangan duarakan juga kedepan serta tangan kiri ditutupkan di dada artinya mohon dihentikan segala perbuatan yang mencemari merugikan kepada dirinya.

    Bila kedua tangan diarahkan kedepan dan telapak tangan terbuka keatas serta sering dilipat menutup artinya ajakan mari bersama-sama ajakan kepada semua untuk menari bersama, menjalin persahabatan dan mempererat persaudaraan.

    Ini baru sebagian dari apa yang dipahami para ibu tua yang memahami tortor batak.

    Pakem tortor batak dan pemaknaannya akan kita ulas kemudian setelah penelitian yang lebih dalam.

    KREASI TORTOR DAN GONDANG


    Ketika tortor telah menjadi hiburan, para penari dalam pesta adat pun tidak karuan lagi menunjukkan lenggak lenggoknya. Kadang melampaui tata krama tradisi adat batak, tentang kesopanan, kesantunan dan kehormatan. Setelah maraknya musik eropah mengiringi tortor pada pesta adat batak, pakem pun menjadi hilang, pemahaman gondang yang sebenarnya tidak lagi berkembang, bahkan sebaliknya yang terjadi.

    Kreasi tortor untuk hiburan diupayakan keseragaman gerak. Ini memang menjadi bagian dalam seni pertunjukan. Generesi muda cenderung hanya melihat tortor hiburan dan tidak pernah lagi menyaksikan tortor yang sebenarnya yang dilakonkan para panortor yang sebenarnya.

    Manortor dengan benar kadang dituding kesurupan. Kebodohan menjadi peluru peluru penumpas kebenaran. Tortor batak semakin erosi, seiring dengan hilangnya pemaknaan gondang batak itu.

    Pernah (bahkan sampai saat ini) Gondang batak dirtuding sebagai ensambel untuk pemujaan berhala. Alat untuk memanggil roh orang meninggal. Panortor yang sering kesurupan.

    Pada jaman Belanda, atas rekomendasi mission, gondang batak dilarang. Kemudian diberi kelonggaran untuk pesta adat dengan perijinan yang ketat. Penerapan ijin ini sempat berlangsung lama hingga masuknya musik barat. Musik barat untuk pesta adat tidak perlu mendapatkan ijin. Pada jaman kemerdekaan, gondang batak justru tersudut karena melanjutkan perlakuan ijin dalam kurun waktu lama.

    Begitu dalamnya penistaan terhadap gondang batak, seiring itu pula keengganan orang batak untuk melakukan aksi penggalian nilai gondang batak itu. Banyak yang melakukan penelitian sebatas untuk tesis keilmuan, tapi belum banyak yang menemukan “roh”nya karena dilatarbelakangi refrensi keberhalaan gondang batak itu.

    henry ralwin nababan
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Jumlah posting: 21
    Join date: 23.04.09

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by henry ralwin nababan on Tue Jun 23, 2009 2:26 pm

    cukup panjang.. tp sgt bagus n nambah wawasan. tq mauliate

    imad.elbass
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Male Jumlah posting: 47
    Join date: 14.07.09
    Age: 35
    Lokasi: kota bengkulu

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by imad.elbass on Tue Jul 14, 2009 12:10 pm

    tertarik ma suling N numpang tanya2: untuk menentukan nada dasar dari suling apakah tergantung pada besar ato kecil bambu yang digunakan ?

    henry ralwin nababan
    Mulai Betah
    Mulai Betah

    Jumlah posting: 21
    Join date: 23.04.09

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by henry ralwin nababan on Tue Jul 14, 2009 5:56 pm

    Menurut yg sy tau: yg menentukan tinggi rendah nada sulim adalah jarak lobang tiup
    Dgn ujung sulim, semakin pendek jaraknya semakin tinggi nadanya dan sebaliknya.
    Panjang pendek jaraknya otomatis dipengaruhi besar kecil bambunya.
    Biasanya. Nada dasar C-D-E-F-...dst ukurannya semakin kecil. Tp utk C & D bisa pake yg besar bisa kecil,
    Kalo besar agak cape niupnya kalo kecil suaranya agak melengking tergantung yg mainkan aja.
    Maaf kalo bahasanya marsamburetan..
    Ditambai angka dongan..mauliate

    ferry siregar
    Admin
    Admin

    Male Jumlah posting: 487
    Join date: 16.09.09
    Age: 31
    Lokasi: SEDERHANA 10 MEDAN - SUMATERA UTARA

    Re: Gondang (Taganing, Uning-uningan, Sarune, Hacapi)

    Post by ferry siregar on Sun Mar 07, 2010 8:31 pm

    ihutm wrote:Ya, mas Indra .... dalam aliran kepercayaan "Parmalim" (sama seperti sy pernah ngalami waktu di Jawa), irama ritmis dgn tempo yg lambat dan biasanya bermain di frekwensi mid-low bahkan low, sering dipakai sebagai media yug membuat satu objek entrance (kesurupan). Secara ilmiah disebut sbg effect Beta (ada yg bilang Teta, terserahlah), tapi prinsipnya sama dgn kondisi meditasi dibawah alam sadar.
    Nah yg menjadi masalah adalah 'karena MUSIK (LAGU) ini sering dipakai dalam ibadah kepercayaan (yg sering ditding animisme' maka MUSIK (LAGU) itu jadi ikut dimusuhi...walllahh, sy nggak enak kalau harus diskusi ttg ini, ntar nyasar... tapi prinsipnya itulah... Gondang ini bisa dibuat menjadi media utk entrance ....... iiihhhhh

    OM ihut upload dong sample lagu2 parmalim itu, ferry jadi penasaran, sebenarnya itu di akibatkan rasa dalam memainkan alat musik sehingga pendengar bisa terbawa ke alam sadar atau karena faktor lain ya om. manatau ferry bisa mempelajarinya atau abang 2 yg lain kl punya dan mengerti tentang itu mohon di shared ya. mauliate keyboard

      Waktu sekarang Wed Oct 01, 2014 4:53 am